Apa sih yang
sebetulnya disebut dengan harga diri? Samakah dengan harga-harga yang lain? Dipelajarikah
ia di bangku sekolah? Adik saya yang mengambil jurusan ekonomi akan dapat mata
kuliah Penilaian Properti, secara sederhana, itu mata kuliah yang membahas harga
properti. Lha, kalau harga diri? Bagaimana menilainya? Dengan parameter apa
kira-kira?
Laman
Selasa, 25 Februari 2014
Minggu, 09 Februari 2014
Kepantasan
Huft, akhirnya sebel juga lihat blog yang lamaaaaaaaaaa banget ndak update.
Baiklah.. sebagai penggugurnya, kali ini aku akan bercerita. Bercerita tentang beberapa orang. Beberapa orang yang sedang beranjak menuju kepantasan. Aku memang bukan menjadi penentu kepantasan mereka, tapi aku menyaksikan betapa sungguh sebuah kepantasan telah melekat dalam diri mereka. Kepantasan yang tidak muncul tiba-tiba, sebuah anugerah dari Dzat yang mereka jadikan saksi dalam setiap amal di dunia yang semakin keras saja hari ini.
Baiklah.. sebagai penggugurnya, kali ini aku akan bercerita. Bercerita tentang beberapa orang. Beberapa orang yang sedang beranjak menuju kepantasan. Aku memang bukan menjadi penentu kepantasan mereka, tapi aku menyaksikan betapa sungguh sebuah kepantasan telah melekat dalam diri mereka. Kepantasan yang tidak muncul tiba-tiba, sebuah anugerah dari Dzat yang mereka jadikan saksi dalam setiap amal di dunia yang semakin keras saja hari ini.
Selasa, 06 Agustus 2013
Senyuman Di Ujung Jalan
Tulisan ini saya buat hari pertama Ramadhan. Karena satu dan banyak hal, saya belum sempat menguploadnya. Baru sekarang, di hari-hari penghujung Ramadhan. Berharap semoga bisa menjadi peringatan, tak ada jaminan saya akan bertemu Ramadhan tahun depan...
Rabu, 05 Juni 2013
Pensiun Dini
Meninggalkan dakwah
itu perkara yang amat-amat mudah. Kita tinggal sedikit demi sedikit menjauhinya
saja. Ndak aktif lagi tanpa kabar. Ndak respon
saat dihubungi. Ndak datang saat diundang. Nah, intinya
bersikap cuek saja dan sibukkan diri dalam aktivitas yang menyenangkan. Dengan
begitu, kita masih dikenal sebagai aktivis dakwah, tapi sebenarnya semua itu
hanya label. Tapi apa untungnya bersikap begitu?
Minggu, 28 April 2013
Kewajiban vs Hak
Asal muasalnya bahasan ini adalah taujih pernikahan dari gurunda Mohammad Fauzil Adhim yang
diemailkan kepada saya dalam bentuk power
point. Sejatinya ini adalah tentang bagaimana berinteraksi, lebih khusus
lagi, berinteraksi antara suami dan istri dalam rumah tangga. Walaupun saya
sudah jadi ‘ibu rumah tangga’, tapi karena belum ketemu bapak rumah tangga yang
sesungguhnya, jadi saya ndak akan
menuliskan secara spesifik tentang interaksi suami istri. Saya coba menuangkan
.ppt itu ke dalam power paragraph, dengan bahasa yang berbeda dan
sedikit kontekstual.
Senin, 22 April 2013
Iron Man 3 vs UN
Iron Man 3 kayaknya bakal heboh. Tapi percayalah,
saya tidak bermaksud menambah kehebohan itu dengan menghubungkannya sama UN. Memang
karena ndak ada hubungannya. Iron Man
3 itu cocoknya kalau dihubungkan sama Man of Steel, baru tambah heboh. Saking hebohnya,
kita sering terlupa, bahwa tetap saja mereka fiktif, representasi dari rasa
frustasi tentang dunia yang semakin tidak pasti. Juga keyakinan bahwa hanya ada
satu dua orang extra ordinary people
yang mampu membuat perubahan.
Minggu, 21 April 2013
Zamzam
Lepas ashr. Saya keluarkan Gaza dan siap meretas jalan
perjuangan lagi bersamanya. Bersamaan dengan itu, langit yang sedari tadi
berwarna kelabu menumpahkan tetes-tetes air hujan. Namun agenda harus tetap
berjalan, janji harus tetap dipenuhi.
Senin, 15 April 2013
Lensa Kebaikan
Menjelajahi Gunung Kidul minimal sekali dalam selapan membuat kami -Tim Akreditasi BADKO TKA-TPA DIY- menemukan dan belajar banyak hal. Betapa guyub, betapa sederhana, namun begitu tinggi ghirah perjuangannya. Selapan yang lalu kami bertandang ke Rayon Girisubo, dulunya pemekaran dari Kecamatan Rongkop. Berbekal peta (kalau kertas HVS kucel dengan denah yang ruwet itu layak disebut demikian), kami berangkat. Unit yang kami kunjungi itu ternyata benar-benar adoh ratu cedhak watu. Pengurusnya menuturkan, tempat mereka berada itu daripada ke Jogja, lebih dekat ke Pacitan. Dan daripada ke Wonosari, jauh lebih dekat ke Wonogiri. Allahu Akbar!, pekik saya lirih. Untuk menghidupi TPA, unit ini tak menarik SPP dari santri-santrinya. Pun tak mencoba mencari donatur. Sebab kesadaran beragama di sana miris dirasa. Harap dicatat, sekitar 96 KK tak beragama! Maka di KTP mereka, "AGAMA: -". Namun, mereka yang sadar, yang sedikit itu, rela dan suka hati menyerahkan jagung atau kacang tiap kali mereka panen. Jagung dan kacang ini disimpan di gudang TPA, lalu nantinya dijual untuk memenuhi biaya operasional.
Langganan:
Postingan (Atom)
