Laman

Kamis, 21 Maret 2013

Allah Ndak Laku



Ini sharing cerita dari sahabat saya. Beberapa kali dia berhubungan dengan instansi untuk urusan pembiayaan. Dan baru gol belakangan di sebuah BMT. Awalnya, hampir semua yang tak berbuah kesepakatan bersama itu sebabnya satu: ketiadaan jaminan.
Asbabun nuzulnya, jaminan berfungsi membuat pemberi pinjaman (dalam hal ini bank atau semacamnya) lebih percaya pada yang meminjam. Jika ada masalah, jaminan bisa dilelang untuk menyelamatkan pinjaman. Tapi jika kita percaya atau dipercaya, maka jaminan sering tidak dibutuhkan. Contohnya ketika kita pinjam pada teman dekat atau kerabat.

Jumat, 15 Maret 2013

Bagamana Dengan Mereka?


Putaran kedua pelatihan Mahir 1 bagi ustadz/ah se-Kota Yogyakarta selesai besok Ahad (17/3) pagi, insya Allah. Saya ingin melakukan pengakuan dosa. Dan mohon maaf yang sebesar-besarnya. Sebagai yang diamanahi bidang ini langsung di tingkat kota, saya tidak bisa mendampingi, atau minimal ngaruhke pelatihan ini kecuali di Tegalrejo, yang tidak lain memang rayon saya. Semoga berita acara, rekap peserta, sertifikat, dan angket evaluasi  yang masih jadi PR bidang Diklat di kota, bisa sedikit menebus kesalahan saya.

Rabu, 13 Maret 2013

Secarik Gundah


Kemarin saya mendengarkan cerita dari seorang kawan tentang tetangganya. Tentang ibu-ibu yang berusaha keras untuk menggugurkan kandungannya. Alasannya adalah karena ia malu atas kehamilannya. Anak bungsunya yang nomer delapan, sampai ia jemur, diikat di pinggir kali sejak jam tujuh pagi. Entah apa yang ada di pikiran ibu tadi.

Selasa, 12 Maret 2013

Memaknai (Kembali)


Kehidupan menawarkan pilihan-pilihan, kadang dengan kadar sakitnya masing-masing. Keinginan baik saja tak cukup untuk membawa seseorang kembali berpulang dengan rela dan direlakan. Yang ridha lagi diridhai. Harus ada ujian untuk melihat siapa yang benar-benar beriman, dan siapa yang setengah, seperempat, atau sepersekian keimanannya. Artinya, harus ada perjuangan. Harus ada kesiapan mental untuk hidup tidak nyaman, untuk meninggalkan ketenteraman, ketenangan, dan kenikmatan. Harus ada ketegaran hati sekuat baja untuk menghadapi semuanya.

Kamis, 28 Februari 2013

Pedulikah Kita?


Hari kedua saya berada di ibukota. Saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah pakdhe saya di bilangan Klender, Jakarta Timur. Rumah itu besar, kamarnya banyak mirip kos-kosan. Memang, karena anak pakdhe saya jumlahnya empat, eh, belum selesai: empat belas. Ya, cukup untuk membentuk satu tim sepakbola, satu wasit, dua hakim garis, satu pemain cadangan, lengkap dengan pelatih dan co. pelatih, yaitu pakdhe dan budhe saya.

Senin, 25 Februari 2013

Kita vs Allah

Yang membuat hidup yang kita jalani ini terasa begitu sempit, sulit, dan menghimpit, seringkali karena kita terlalu serius memikirkannya. Bukan berarti berpikir serius itu salah, baik banget malah, tapi terlalunya itu lho! Misalnya tentang Piala AFC, setelah Timnas keok, maka AFC dengan segala hiruk pikuknya seketika tak menarik lagi. Atau UN, setelah belajar hidup-hidupan (hidup aja, kalau mati gimana mau belajar?) ternyata ndak lulus, maka seolah hidup ndak ada gunanya lagi. Atau soal Jamkesmas atau KMS, kalau ndak dapat seakan dunia sudah berakhir.

Rabu, 13 Februari 2013

Tak Berhenti Sampai Di sini


Tempat istimewa itu adalah tempat yang menyimpan ‘cerita’ yang membekas di jiwa. Dan perjalanan istimewa itu ternyata tak ditentukan oleh berapa kilo jauhnya, namun sejauh apa jiwa bisa berkelana, hingga menemukan tempat yang membuatnya tenang dan bahagia.

Sabtu, 09 Februari 2013

Belajar Memahami



Enam tahun yang lalu saya didaulat dalam sebuah musyawarah bersama untuk memegang amanah sebagai direktur. Kesannya jumawa betul, anak kemarin sore ditunjuk menjadi pilot yang penumpangnya bahkan sudah sepuh-sepuh. Yang dipimpin itu banyak yang sudah sarjana, bapak-bapak, ibu-ibu, dan remaja yang semuanya lebih tua, dan saya baru SMP kelas tiga. Silahkan tertawa. Itulah kenyataannya. Jelang akhir 2007, saya menjadi Direktur TPA (waktu itu belum namanya belum pakai TKA-TPA-TQA) Baiturrahman, Tegalrejo, Yogyakarta untuk masa bhakti 2007-2012. Ya, direktur dalam kurun waktu lima tahun ke depan.